rss
twitter
facebook
Tampilkan postingan dengan label Curhat Colongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat Colongan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2010

Suamiku kini telah tiada dan penyesalanku yang terus ada

Dapet Curcol lagi...


Ini adalah kisah nyata di kehidupanku
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah :-@ :-@ , Tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah. :-@
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku, Tak mengerti aku, dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah. Dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “ Setiap kali kami ajak dia makan siang, mas anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, Dia menjawab, “ Aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun, aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga, tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.

Teringat akan amarahku pada suamiku, aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan, dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, “ Perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa, kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin, sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”
Membaca itu, benar2 baru kusadari. Betapa suamiku menyayangi putraku. Betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.

Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ Ibu capai? Istirahat dulu saja”
Dengan kasar kukatakan, “ Ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian,masak,ayah tahunya ya pulang datang bersih. Titik.” :-@
Sungguh, bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya. Tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku.
“Pak kenapa cari klinik yang termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula”
Dan suamiku menjawab, “ Tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”
Tuhan.. Maafkan hamba Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada. :-Y

Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.

Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu, aku sayang padamu.

Istrimu
Rina
:T_T
Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman,kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.





Click me to know more...

Minggu, 21 Maret 2010

Does Love need a Reason...??

Some people never understand
(Beberapa orang tidak pernah mengerti )


Once a lady when having a conversation with her lover, asked:
(Sesekali seorang wanita dalam percakapan dengan kekasihnya, bertanya: )

Lady :Why do you like me..? Why do you love me?
(Lady: Mengapa kamu menyukai saya ..? Mengapa kau mencintai saya? )


Man :I can t tell the reason.. but I really like you..
(Man :Saya tidak bisa mengatakan alasannya .. tapi aku benar-benar cinta padamu .. )

Lady :You can t even tell me the reason... how can you say you like me? How can you say you love me?
(Lady: kamu bahkan tidak bisa menceritakan alasannya ... bagaimana kamu bisa bilang kau menyukai aku? Bagaimana kau bisa bilang kau mencintaiku? )


Man :I really don t know the reason, but I can prove that I love U.
(Man :Aku tidak tahu mengapa, tapi aku bisa membuktikan bahwa aku cinta padamu )

Lady: Prove? No! I want you to tell me the reason. My friend s boyfriend can tell her why he loves her but not you!
(Lady: Bukti? Tidak! Aku ingin kau menceritakan alasannya. Seperti pacar teman saya bisa mengatakan mengapa dia mencintainya, tapi tidak seperti kau! )


Man :Ok..ok!!! Erm... because you are beautiful,
(Man :Ok .. ok! ... Mm karena kamu cantik,)

because your voice is sweet,(karena suaramu yang manis)

because you are caring,(karena kamu peduli,)

because you are loving,(karena cintamu terhadapku, )

because you are thoughtful,(karena kamu bijaksana )

because of your smile,(karena senyummu)

because of your every movements.(karena setiap gerakanmu)


The lady felt very satisfied with the man is answer.
(Wanita itu merasa sangat puas dengan jawaban dari pria tersebut. )


Unfortunately, a few days later, the Lady met with an accident and went in comma.
(Sayangnya, beberapa hari kemudian, wanita tersebut mengalami kecelakaan dan dia koma)

The Guy then placed a letter by her side,
(Lelaki itu meletakkan surat di sisinya)




Here is the content:
(Ini isinya:)


Darling,Because of your sweet voice that I love you...Now can you talk? No! Therefore I cannot love you.
(Sayang, karena suara manismu bahwa aku cinta padamu ... Sekarang Anda bisa bicara? Tidak! Maka dari itu saya tidak dapat mencintaimu. )


Because of your care and concern that I like you..Now that you cannot show them, therefore I cannot love you.
(Karena kepedulianmu dan perhatianmu itu aku menyukaimu .. Sekarang kamu tidak dapat menunjukkan itu, karena itu aku tidak bisa mencintai kamu.)

Because of your smile,because of your every movements that I love you..
(Karena dengan senyummu, karena setiap gerakanmu yang membuat aku mencintaimu .. )

Now can you smile? Now can you move?No, therefore I cannot love you...
(Sekarang kamu bisa tersenyum? Sekarang bisa Anda bergerak? Tidak, karena itu aku tidak bisa mencintaimu ... )


If love needs a reason, like now,There is no reason for me to love you anymore.
(Jika cinta memiliki alasan, seperti sekarang, tidak ada alasan bagi saya untuk mencintai kamu lagi. )

Does love need a reason?
(Apakah cinta membutuhkan alasan?)


NO!Therefore,
I still LOVE YOU...
(TIDAK! Oleh karena itu
Aku masih MENCINTAIMU ...)



Click me to know more...

Selasa, 09 Maret 2010

Say it.. Before it's too late

Dapet Curcol niih... :-V

(1 SMA)

Saat aku duduk di kelas bahasa inggris, kutatap gadis disampingku. Dia adalah sahabatku. Kutatap rambut panjang sehalus sutra-nya, dan berharap dia adalah milikku. Tapi dia tidak menyadarinya, itu yg aku tahu.

Setelah kelas selesai, dia berjalan ke arahku dan meminta catatan yang ketinggalan kemarin, dan kuberikan padanya. Dia berkata “terima kasih” dan memberi ciuman di pipiku.

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya… tapi aku terlalu malu :8 :8 :8 , & aku tak tahu kenapa. :-Y



(2 SMA)


Telepon berdering. Di ujung sana, ada dia. Dia menangis, dan berkata terus-terusan betapa kekasihnya telah menghancurkan hatinya. Dia memintaku untuk datang karena dia tak ingin sendirian, dan aku pun datang. Aku duduk di sofa di sebelahnya, menatap matanya yang lembut, berharap dia adalah milikku.

Setelah 2 jam berlalu dng sebuah film Drew Barrymore & tiga kantong kripik akhirnya dia memutuskan untuk tidur.

Dia melihatku, berkata “terima kasih” dan mencium pipiku.

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

(3 SMA)

Sehari sebelum pesta kelulusan dia berjalan ke lokerku.
“Pasanganku sakit” katanya. Dia tidak mungkin bisa cepat sembuh & aku tak punya pasangan.

Sewaktu SMP, kami pernah membuat janji jika ada diantara kita yang tak punya pasangan maka kita akan datang berdua, sebagai teman baik. Dan itu yang kami lakukan.

Malam kelulusan, setelah semuanya selesai, aku berdiri di depan tangga rumahnya. Dia tersenyum padaku, dan memandangku dengan matanya yang sebening kristal.

Aku ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinya dia tdk punya perasaan yg sama & aku tahu itu.

Lalu dia berkata “Ini salah satu momen terindah buatku, terima kasih” dan menciumku di pipi.

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

Hari Wisuda

Sehari berlalu, lalu seminggu, lalu sebulan. Sebelum aku sempat berkedip, ini sudah hari kami wisuda. Kulihat tubuhnya yang sempurna melayang seperti malaikat di panggung untuk menerima diploma.

Aku ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinya dia tdk menyadarinya & aku tahu itu.

Sebelum semua orang pulang, dia mendatangiku dengan pakaian & topinya, dia menangis ketika aku memeluknya. Lalu dia mengangkat kepalanya dari pundakku, dan berkata “kau sahabat terbaikku, terima kasih” dan mencium pipiku.

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

Beberapa tahun kemudian

Sekarang aku sedang duduk menyaksikan pernikahannya. Aku melihatnya memasuki kehidupan barunya, menikahi seorang pria.

Aku ingin dia menjadi milikku, namun sptnya dia tdk mengetahuinya dan aku tahu itu.

Sebelum pergi, dia mendatangiku dan berkata “kau datang!”.
Dia berkata “terima kasih” dan mencium pipiku…

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

Pemakaman :T_T

Bertahun-tahun berlalu, aku menatap peti mati berisi wanita yang menjadi “sahabat terbaikku”. Dalam acara itu, mereka membacakan buku harian yang ditulisnya ketika dia masih SMA. Tubuhku terkulai lemas ketika kudengar:

“Aku memandangnya & berharap dia adalah milikku tapi sptnya dia tidak mengetahui perasaanku dan aku tahu itu. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu & aku tak tahu kenapa. Kuharap suatu hari dia akan berkata jika dia mencintaiku…”

“Kuharap juga begitu” aku berkata pada diriku sendiri & airmataku pun jatuh membasahi wajahku…

:T_T :T_T
-the end-





Click me to know more...